Tauco Bumbu Masakan yang Tak Lekang oleh Waktu

Bagikan ke

Tauco adalah produk biji kedelai (Glycinus Max) berbentuk pasta yang berwarna kekuning – kuningan atau yang berwarna hitam (black soya), rasanya agak asin dan pembuatannya dengan cara fermentasi. Biasanya tauco ini digunakan sebagai bumbu, atau penyedap dalam membuat masakan.


Tauco terbuat dari biji kedelai yang telah direbus, dihaluskan dan diaduk dengan tepung terigu kemudian dibiarkan sampai tumbuh jamur (fermentasi). Fermentasi tauco dengan direndam dengan air garam, kemudian dijemur pada terik matahari selama beberapa minggu sampai keluar aroma yang khas tauco atau rendaman berubah menjadi warna coklat kemerahan. Pada pertengahan prosesnya, rendamannya sering mengeluarkan bau yang menyengat seperti ikan busuk/bau terasi.


Menurut William Shurtleff dan Akiko Aoyagi dalam tulisannya yang berjudul “History of Miso and Soybean Chiang”. Awalnya Tauco ini merupakan bumbu masakan asal Tiongkok yang dipercaya berasal sebelum berdirinya Dinasti Chou sekitar tahun 722-481 SM yang dikenal dengan nama bumbu makanan Jiang yang diklaim sebagai bumbu tertua yang diketahui manusia.


Di Indonesia sendiri Tauco diperkenalkan oleh pedagang asal Tiongkok dan salah salah satu nya adalah yang bernama Tan Kei Yan pada tahun 1880, juga mempeloporinya di daerah Cianjur. Kemudian usaha Tauco ini diwariskan kepada anaknya yang bernama Tan Kei Hian atau lebih dikenal oleh masyarakat sekitar pada masanya dengan sebutan Babah Tasma beserta istrinya Tjoa Kim Nio atau disebut Ny. Tasma usaha Tauco ini pun dijalankan kecil”an atau industri rumahan. Nyonya Taman pun menjadi pelopor industri Tauco di daerah Cianjur. Tokonya ia beri nama ‘Tauco No 1 Cap Meong Nyonya Tasma’.


Hingga kini bisnis tauco telah berusia 139 dan masih diteruskan oleh keluarganya. Saat ini penerusnya yang menjalankan bisnis ini adalah generasi keempat. Meski Tauco Cap Meong telah berusia di atas 100 tahun dan masih mengunakan proses tradisional, Stefany yakin bahwa usahanya dapat bersaing di pasaran. Tokonya seringkali dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *